cerita inspirasi 1

Posted by: doni.ramdhani10 in Academic No Comments »

Waktu itu saya baru masuk SMA, tepatnya SMAN 2 Ciamis. Sebelum mulai proses belajar mengajar, seperti biasa disetiap sekolah selalu diadakan MOPD yang diselenggarakan oleh OSIS dan MATA CAKAP yang diselenggarakan oleh Pramuka Ambalan di sekolah ini. Dari dua kegiatan tersebut saya mendapat berbagai macam pengalaman baru, terutama dalam kegiatan MATA CAKAP. Pada saat itulah awal mula saya tertarik pada Organisasi Pramuka.

Beberapa hari setelah MATA CAKAP kegiatan belajarpun dimulai, tentunya dengan suasana baru, kelas baru, guru baru, seragam sekolah baru dan juga mendapatkan teman baru. Pada saat itu, karena kami baru duduk di kelas 10 maka kami diwajibkan mengikuti latihan Pramuka setiap minggunya, inilah yang saya tunggu-tunggu. Latihan pertama kami lewati dengan penuh kegembiraan dengan peserta yang bisa dibilang banyak, kemudian latihan berikutnya juga kami lewati dengan gembira namun jumlah kami berkurang setiap minggunya. Dan sayapun ikut terbawa oleh mereka yang tidak ikut latihan, namun semangat saya untuk tahu lebih dalam tentang Pramuka tetap mamebara, sampai tibalah saat perekrutan anggota baru. Mendengar hal tersebut, hati saya menjadi gundah, takut tidak bisa masuk menjadi anggota karena ada beberapa persyaratan yang tidak bisa saya penuhi. Namun karena keinginan saya telah bulat, saya lakukan segala cara dan dengan berbagai toleransi yang diberikan, akhirnya saya berhasil lolos menjadi calon anggota baru. Syarat demi syarat telah saya penuhi, kegiatan-kegiatan didalamnyapun telah saya ikuti dengan baik, sampai akhirnya tiba saat pelantikan menjadi bantara dan itu tandanya saya sudah masuk dan bisa menjadi pengurus Organisasi Pramuka ini.

Kehidupan baru saya pun dimulai, disinilah saya mendapat tantangan baru, penampilan baru dan teman baru lagi tentunya. Kegiatan pertama yang saya penitiai adalah MATA CAKAP, sungguh menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, yang dulunya saya duduk sebagai peserta sekarang saya berdiri sebagai panitia penyelenggara. Kegiatan ini berjalan sebagai mana mestinya. Sungguh pengalaman pertama yang luar biasa dan membuat saya tertantang untuk menjadi panitia dalam kegiatan-kegiatan berikutnya. Dan sungguh tidak disangka-sangka saya dipilih menjadi sekretaris pada salah satu kegiatan besar Pramuka Ambalan ini. Bangga bercampur rasa takut dan bingung menyerang saya, “Apa yang harus saya lakukan?” itulah pertanyaan yang terucap di benak hati saya. Tapi syukurnya mereka para pengurus ambalan tidak melepaskan saya begitusaja, mereka mendampingi dan terus mengawasi saya. Dengan penuh kesabaran, mereka mengajari saya terkait dengan jabatan yang saya pegang dan dengan penuh keseriusan juga, semua ajaran dari mereka saya simpan dalam memori saya serta saya terapkan untuk menyelesaikan tugas terkait jabatan yang saya emban. Dengan ilmu-ilmu yang mereka ajarakan dan pengalaman-pengalaman mereka kegitan tersebut dapat berjalan dengan lancer serta berakhir dengan gembira.

Kegiatan ini adalah kegiatan terakhir yang kami selenggarakan pada masa jabatan mereka. Selanjutnya karena ada kepentingan akademik yang lebih utama, seluruh organisasi termasuk Pramuka didalamnya mengalami pergantian kepengurusan. Dipilihlah beberapa orang diantara kami termasuk saya didalmnya yang terpilih sebagai calon ketua ambalan atau sering kami sebut pradana. Dikarenakan ketidak siapan saya dalam menduduki jabatan tersebut akhirnya saya tidak terpilih namun saya tetap diberi kepercayaan oleh pradana yang terpilih sebagai sekretaris atau sering kami sebut krani di Amabalan Prabuwangi. Saya sangat suka dengan jabata ini dan tanggung jawab yang saya pegang karena memang hanya pada jabatan ini saya bisa bertugas secara maksimal.

Masa kempengurusan baru ini kami jalani dengan suka cita, tidkak sedikit masalah kami hadapi bersama tapi ini tidak membuat kami mundur, kami terus berjuang untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada. Di tengah-tengah masa kepengurusan, ada beberapa diantara kami termasuk saya didalamnya ingin mencari pengalaman berorgaisasi di laur ambalan, kami mencoba masuk kedalam organisasi kepramukaan dibawah Kwartir Cabang ini tandanya kami akan naik beberapa taraf dari ambalan. Dan tidak mengecewakan sekali, kedatangan kami disambut dengan hangat karena beberapa angkatan sebelumnya tidak ada perwakilan dari ambalan kami. Semua tahap seleksi kami lewati dengan susuah payah dan betapa senangnya kami, perjuangan yang kami lakukan berbuah manis, semua perwakilan dari ambalan kami lolos seleksi yang artinya dapat masuk dalam keanggotaan Organisai Pramuka ini. Seperti halnya dulu, disinilah saya memperolah tantangan baru, penampilan baru dan termasuk teman baru dari berbagai daerah dan sekolah se-Kabupaten.

Hari demi hari kami lewati sebagai anggota, kegiatan demi kegiatan telah kami jalani, tentunya pengalaman dan soft skill kami telah bertambah dari sebelumnya. Seiring waktu berlalu, susunan kepengurusan organisasi ini pun akan segera berakhir dan yang mengantikannya tidak lain adalah beberapa orang diantara kami anggota baru. Sangat tidak disangka-sangka, kembali saya ditawari menduduki jabatan sekretaris tepatnya sekretaris dua, dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran serta resiko akademik karena waktu itu saya akan segera menjalani UN, saya pun menerima tawaran tersebut. Dengan kekurangan dan kelebihan yang saya miliki, saya jalani tanggung jawab tersebut dengan penuh kesebaran dan suka cita sampai semuanya berakhir dengan gembira. Saya telah menyelesaikan tugas saya dan saya teteap bisa meraih cita-cita saya yaitu masuk perguruan tinggi yang bergengsi dan bermutu tentunya.

Disini saya dapat mengambil pelajaran bahwa semua yang kita jalani dengan kesabaran dan kesungguhan tidak akan melahirkan kesiasiaan, namun tentunya akan melahirkan kebanggaan, kegembiraan, dan pada akhirnya mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Dan beroarganisasi tidak akan menghambat kita dalam mendapatkan prestasi akademik namun justru dapat menunjang ilmu yang kita miliki dari kegiatan akademik tersebut.

cerita inspirasi 2

Posted by: doni.ramdhani10 in Academic No Comments »

Beberapa tahun yang lalu ketika saya baru masuk SMA, saya mempunyai banyak teman baru salah satunya bernama Sandy Ramdhani. Sandy berasal dari daerah yang cukup jauh dari pusat kota, ini menyebabkan Sandy harus tinggal di kosan. Pengorbanan ini Sandy lakukan hanya untuk bisa menggapai cita-cita yang ia dambakan. Beberapa hari setelah MOPD selesai, banyak teman-teman saya yang meledekinya karena menurut mereka penampilan Sandy pada waktu MOPD dulu pantas untuk di ledeki, dengan topi beseknya yang kebesaran dan sikap kemalu-maluannya itu kata mereka. Awal-awalnya Sandy mengacuhkan ejekan tersebut, namun lama-kelamaan Sady merasa risih dan tidak nyaman dengan perlakukan yang dilakukan mereka, ini mengakibatkan rasa percayadirinya turun. Sempat terdengar kabar bahwa Sandy akan pindah sekolah, mendengar hal tersebut saya sedih sekali, namun untungnya berkat bimbingan guru konseling niat untuk pidah sekolah urung dilakukan dan Sandy mendapatkan kembali semangat serta percaya dirinya untuk belajar disana.

Proses belajar regular telah berlangsung selama satu minggu, hampir setiap harinya Sandy mendapat ejekan dari teman-teman, tapi Sandy berusaha untuk tegar mengahapai cobaan tersebut, sampai akhirnya mereka bosan mengejekinya dan salah satu ejekan yang ditujukan padanya malah mereka jadikan panggilan akrab untuknya. Dia jalani semuanya dengan penuh kesebaran, dia ingin menunjukan bahwa dia juga mampu seperti mereka.

Memang benar ia bukan murid yang sembarangan, bisa masuk ke SMA kami pun sudah menunjukan bahwa dia memiliki prestasi yang baik di SMP nya dulu. Dan ini memang terbukti, dia mampu bersaing dengan kami malah mungkin lebih baik dari pada kami yang berdomisili dekat pusat kota. Di semester ke-3, dia memberi kami kejutan yang sangat tidak kami sangka-sangka dia masuk urutan 5 besar terbaik di kelas kami, sungguh prestasi yang sangat baik. Padahal pada semester-semester sebelumnya  dia tidak menunjukan kepintarannya tersebut, layaknya murid biasa-biasa saja. Hal ini tentu membuat Sandy lebih percaya diri dan mendorong dia untuk meningkatkan prestasinya tersubut.

Waktu terus berjalan, tida terasa akhirnya kami duduk di bangku kelas XII. Belum lama kami duduk di kelas XII sudah banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berdatangan ke sekolah kami untuk mempromosikan perguruan tinggi mereka. Sandy tertarik dengan salah satu perguruan tinggi negeri yang datang ke sekolah kami, karena perguruan tingginya berkualitas dan terdapat jurusan yang dia inginkan. Beberapa lama setelah promosi itu, pendaftaran ke perguruan tinggi itupun dibuka, tidak pikir panjang lagi Sandy langsung mengisi formulir dan memenuhi segara persyaratan yang dicantumkan. Sungguh dia sangat berharap bisa masuk perguruan tinggi negeri tersebut termasuk saya namun dengan jurusan yang berbeda dengan dia.

Beberapa bulan setelah itu, pengumuman penerimaan mahasiswa baru disebarkan ke sekolah-sekolah yang mendaftar termasuk sekolah kami. Dengan tegang kami dengarkan pengumumannya dari guru konseling kami, satu per satu nama yang diterima di perguruan tinggi itu disebutkan, rasa senang yang begitu luar biasa ketika saya dan Sandy serta ada beberapa teman yang lain berhasil ditermia disana. Akhrinya Sandy bisa menggapai impiannya dan terus membuat impian-impian baru yang ingin dia capai.